Obrolan Warung Kopi: Pjs Bupati/Wali Kota Undang Polemik

oleh -
oleh

‘’Kalau ada pasti diposting. Baik foto dengan keterangan. Ini tidak ada. Jadi jangan ba hoaks leee. Kita ASN cuma loyal dengan pimpinan. Komiu masa percaya ada pengukuhan dan ada yang dibatalkan. Kalau ada sudah ribut keluarga yang dibatalkan,’’ terang Oby sambil menyeruput kopi hitam pekatnya.

Media ini coba mengongirmasi pihak pihak terkait di Pemprov. Termasuk Tenaga Ahli Komunikasi gubernur, Andono Wibisono. Ia pun menolak mengomentari lebih jauh. Karena ia saat ini sibuk dengan tugas di Pilgub. ‘’Informasi kebenaran pengukuhan ada. Satu batal. Saya punya informan di sekretariat. Nga perlu saya sebut. Cuma detailnya tanya saja ke dalam (sekretariat pemprov). Saya sejak Pak Cudi cuti kampanye juga membatasi diri ke kantor gubernur,’’ jawabnya via telpon whatAppnya.

Juru bicara Cudy itu juga enggan banyak komentar. Karena sudah ada Pjs gubernur dan pihak terkait kesekretariatan. ‘’Tolong kawan kawan media konfirmasi ke Pjs gubernur ibu Nova atau Biro Adpim. Atau ke Dinas Kominfo ya. Saya lagi ikut kampanye,’’ elaknya halus.

Mengapa terkesan ditutupi? Ada apa sebenarnya dengan pengukuhan Pjs bupati dan wali kota. Apakah jabatan Pjs sangat strategis di masa kampanye? Bisa berpengaruh ke ASN? Benarkah ada WA mantan pejabat Pemprov mengarahkan salah seorang Kepala Biro bila menjadi Pjs agar ikut (sinergi) dan tidak mundur seperti dua pejabat lainnya? Siapakah mantan pejabat itu?.