Oknum Polisi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Mahasiswa Untad, Begini Tanggapan LS-ADI

oleh -
oleh
Ketua PK LS-ADI UNTAD Moh Sabil. Foto: Ist

“Menanggapi korban yang takut untuk melapor karena hanya akan berujung sia-sia, kami akan menghubungi korban dan siap mengawal kasus ini,” tambahnya.

Apalagi melihat chatingan yang ada bahwa oknum Kepolisian tersebut sedang dalam keadaan mabuk berat dan mengajak korban, hal ini tentunya sangat mencoreng institusi kepolisian yang harusnya menjadi pengayom masyarakat.

“Tentunya bukan hanya soal tindak pelecehan tetapi juga oknum kepolisian berada dalam kondisi mabuk yang tentunya turut merusak citra buruk kepolisian” katanya.

Sabil juga menerangkan bahwa Kasus ini telah mencederai institusi kepolisian.

“Tindakan cepat, tegas dan terukur harus segera dilakukan. Tidak ada ruang bebas bagi oknum tersebut, siapapun dia jangan pandang bulu apalagi yang melakukan ini adalah pengayom rakyat yang harusnya melindungi rakyat, Ini jelas adalah pelanggaran terhadap HAM, Kami prihatin dan sangat mengecam kejadian ini,” lanjutnya.

Tentunya dalam kasus tersebut berakibat fatal pada Polda Sulteng.

“Kebenaran dari kejadian ini harus segera diungkap. Jangan sampai terkesan adanya pembiaran sehingga kasus-kasus serupa terus menerus terjadi, selain itu kasus ini juga cukup berakibat fatal pada institusi Polda Sulteng,” ucapnya.

Di akhir penyampaiannya jika tidak ada keseriusan dari Polda maka PK LS-ADI UNTAD siap mengibarkan bendera di depan Polda Sulteng.

“Saya sampaikan, jika tidak ada keseriusan penanganan kasus ini kami dari LS-ADI Komisariat UNTAD akan turun, angkat bendera didepan kantor Polda Sulteng,” tegas ketua PK LS-ADI Untad.***