PosRakyat – Pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat yang megah sebagai salah satu warisan Gubernur H. Rusdy Mastura.
Masjid yang tengah di bangun itu diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial, serta simbol persatuan umat.
Baca Juga: Gubernur Rusdy Mastura dan Istri Hadiri Pembukaan PON XXI, Optimis Sulteng Raih Medali Emas
Baca Juga: Riset Ungkap Cudy Unggul 63,2 Persen di Pilgub Sulteng 2024, Popularitas Melejit
Cudy sapaan akrab Rusdy Mastura, menegaskan masjid ini adalah wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat.
“Kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan umat, semata – mata untuk meraih ridho Allah SWT,” ujar Rusdy Mastura dalam keterangannya.
Cudy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memakmurkan masjid, sehingga nilai – nilai religiusitas dapat terus berkembang.
“Mari kita jaga dan maknai masjid ini sebagai tempat beribadah dan berinteraksi yang penuh berkah,” tambahnya.
Diketahui, pembangunan kembali Masjid Raya Baitul Khairat, yang sebelumnya dikenal sebagai Masjid Agung, merupakan langkah strategis untuk membangkitkan simbol religius dan sosial pasca-bencana di Sulawesi Tengah.
Masjid tersebut mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi pada tahun 2018 dan kini tengah dibangun kembali dengan anggaran sebesar Rp386 miliar.
Peletakan batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh Gubernur Rusdy Mastura pada 9 Februari 2024. Proyek ini dikelola oleh Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulawesi Tengah dan ditargetkan selesai pada Desember 2024. Masjid tersebut nantinya akan memiliki kapasitas hingga 10 ribu jamaah.
Hingga minggu ke-47, progres pembangunan sudah mencapai 24,7629 persen, sedikit melampaui rencana awal sebesar 24,4674 persen. Gubernur Rusdy Mastura, mengapresiasi capaian ini dan optimis bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Masjid Raya ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini akan menjadi simbol kebangkitan pasca-bencana,” kata Gubernur Rusdy dalam keterangannya.
Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan dalam proses pembangunan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah yang terus mengawal proyek ini. Kami berharap masjid dapat selesai tepat waktu dan segera digunakan oleh masyarakat Kota Palu dan sekitarnya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rusdy juga mengumumkan nama baru untuk masjid ini, yakni Masjid Raya Baitul Khairat. Nama ini dipilih untuk mencerminkan semangat “berlomba-lomba dalam kebaikan,” sesuai dengan filosofi yang ingin dihidupkan melalui keberadaan masjid ini.
Selain menjadi tempat ibadah, Masjid Raya Baitul Khairat diharapkan berperan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang akan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap, masjid ini dapat menjadi ikon baru bagi daerah dan simbol kuat dari kebangkitan masyarakat pasca-bencana.
Proyek pembangunan Masjid Raya Baitul Khairat menjadi salah satu bagian dari program pemerintah yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, dengan harapan dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan religius di Sulawesi Tengah.









