PosRakyat.com – Pemerintah Kabupaten Donggala mulai membangun pengaman Sungai Ganti di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, sebagai upaya mitigasi bencana menghadapi musim penghujan. Sedimentasi yang menumpuk serta abrasi tebing di alur anak sungai yang melintasi permukiman dinilai berpotensi menimbulkan banjir dan longsor.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Donggala mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,93 miliar untuk pekerjaan pembangunan pengaman sungai di belakang Pasar Ganti. Proyek ini dikerjakan oleh CV Agro Mitra Membangun dan berada di bawah penanganan Bidang Sumber Daya Air.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pengisian kubus pengaman tebing menggunakan metode bronjong pada sisi badan sungai yang telah mengalami proses cutting. Normalisasi badan sungai juga dilakukan untuk memperlancar aliran air saat debit meningkat.
Baca Juga: Ratusan Warga Poboya Kepung Kantor PT CPM: “Satu Minggu atau Kami Usir dari Palu”
Baca Juga: Jurnalis Sulteng Salurkan Donasi untuk Rekan Sejawat Korban Bencana Aceh
Pejabat Penyelenggara Teknis Kegiatan (PPTK) proyek, Moh. Syarif, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi permukiman dan pengguna jalan, khususnya karena alur anak sungai tersebut terhubung dengan Pasar Rakyat Ganti dan drainase jalan nasional.
“Sungai ini menjadi perhatian pemerintah karena berada di tengah permukiman dan berdekatan dengan pasar serta jalan nasional. Saat musim hujan, air sering meluap akibat pendangkalan dan abrasi. Karena itu, pemerintah memasang bronjong di sepanjang tebing yang labil,” jelas Moh. Syarif, Rabu (3/12/2025).
Syarif menambahkan bahwa pembangunan juga mencakup pembuatan jembatan pada jalur Donggala Kota arah selatan untuk menghubungkan aliran anak sungai ke induk Sungai Ganti.
“Tujuannya agar saat debit air meningkat, aliran langsung masuk ke induk sungai dan tidak lagi meluap di permukiman,” ujarnya.
PPTK menyebutkan, kontraktor diberi waktu 90 hari kerja dengan masa pemeliharaan selama enam bulan. Pantauan tim media ini di lapangan menunjukkan bahwa galian alur sungai sudah rampung, dan pekerja tengah menyelesaikan penguatan tebing serta persiapan pemasangan box culvert. Menariknya, seluruh pekerja yang terlibat berasal dari merupakan warga Kabupaten Donggala.
Sementara, Direktur CV Agro Mitra Membangun, Latif, menegaskan komitmennya memberdayakan tenaga kerja lokal.
“Kami ingin masyarakat ikut mengawasi kualitas pekerjaan. Semua pekerja adalah warga Donggala,” katanya, Kamis (4/12/2025).
Latif juga mengakui bahwa pihaknya sempat mendapat teguran dari PPTK terkait metode kerja yang keliru. Setelah diperiksa, ditemukan susunan batu yang tidak sesuai standar, sehingga kontraktor diminta membongkar dan memperbaikinya.
“Kami langsung perbaiki. Kami justru berterima kasih karena teguran diberikan saat pekerjaan masih berjalan, sehingga bisa dibenahi sebelum menjadi temuan di kemudian hari,” ujarnya.
Saat ini, proses pengerjaan terus digenjot agar selesai tepat waktu. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan armada angkut material batu dari lokasi galian C di Desa Loli Bersaudara.
“Material batu tersedia banyak, tapi armada dump truk kurang karena banyak digunakan di area tambang Poboya,” pungkas Latif.
(Tim)



