Ia menuturkan, Ramayana Beach hotel berdiri sejak tahun 1988, terbilang salah satu hotel tertua yang mewah di kota Luwuk jaman itu. Maka tak heran jika ada pejabat sekelas Gubernur, Kapolda, Danrem pilihan akomodasinya Ramayana Beah Hotel kala itu.
Disamping karena viewnya berada di pinggir pantai teluk Lalong dengan banguna 3 lantai, 36 kamar, luas tanahnya kurang lebih 1000 meter persegi, dan luas kamarnya rata-rata 5 X 4 meter dengan fasilitas kamar AC, TV, Lemari, Sofa, Wifi dan lainnya.
Karena faktor usia yang makin menua walaupun masih sehat dan segar, tapi Rudy berencana menjual Ramayana Beach Hotel itu dengan membuka harga Rp, 20 miliyar masih bisa nego.
“Usia saya tidak lagi muda, saya mau nikmati masa tua saya dengan baik, senang dan tenang, makanya hotel saya ini saya mau jual saja. Andaikan usia saya masih 40an tahun, pasti saya renovasi dan kelola ini hotel dengan baik. Tapi karena usia sudah tua, dan ingin menikmati masa tua, makanya saya mau jual saja ini hotel dengan harga Rp, 20 miliyar, namun masih bisa nego,”ucapnya, Senin (29/7-2024) disela-sela sarapan pagi di ruangan restoran Ramayana Beach Hotel.
Rudy mengatakan hasil penjualan hotelnya itu sebagian akan membiayai umrah saudar muslimnya dan memperbaiki beberapa masjid di Luwuk.
“Jika laku hotel ini, sebagian untuk membiayai umroh saudara muslim kita dan merenovasi beberapa masjid di Luwuk ini,”ucapnya. ***






