Kedua, berkenaan dengan representasi wilayah. Cudy-Ma’mun merupakan dua figur yang punya basis kultural di dua wilayah terbesar secara elektoral. Selain itu, Cudy-Ma’mun merupakan tokoh di dua wilayah yang merepresentasikan keseimbangan pembangunan timur dan barat. Belum ada tokoh yang menandingi mereka berdua di lembah Padagimo dan Banggai Bersaudara.
Ketiga, dari segi segmentasi Milenial. 50 persen program yang dijalankan Rusdy-Ma’mun merupakan bagian dari usaha kak Cudy merintis jalan masa depan Milenial. Misalnya, membangun infrastruktur logistik dan digitalisasi. Hal lainnya, Cudy-Ma’mun ingin membangun budaya kerja baru melalui literasi digital.
Keempat, sukses program. Kurun waktu hanya 2 tahun 9 bulan, pemerintahan Rusdy Mastura-Ma’mun Amir banyak melakukan pembangunan secara berkeadilan.
”Naiknya PAD dari 900 miliar menjadi 2 Triliun lebih adalah hal paling mendasar dalam sejarah kepemimpinan di Sulawesi Tengah. Semua visi misi hanya bisa dijalankan secara cepat jika kondisi fiskal kita mampu mengcover semua. Ini paling utama dalam sebuah rencana pembangunan,” terang Andika.
Ia menambahkan, 10 titik jalan di beberapa Kabupaten telah dikerjakan, tahun depan jalan yang menjadi kewenangan Pemprov juga akan dikerjakan. Tidak hanya itu, kesehatan dan pendidikan gratis sudah dicanangkan pemerintahan Rusdy-Ma’mun sebagai program prioritas, pun dengan program Bantuan Tunai sudah ditunaikan sejak tahun 2022 , hasilnya angka kemiskinan ekstrim kita menurun.
“Bagi saya, empat faktor fundamental itu yang tidak dimiliki oleh kandidat manapun. Itu yang menjadi dasar utama rasionalisasi kemenangan Rusdy-Ma’mun menang sekali lagi hingga di angka 70 persen di pilgub 2024 ini,” tutupnya.***






