Dalam potongan video itu Cudy menyebut adanya konglomerat kapitalis yang memotongnya sehingga partai pendukungnya tidak cukup.
“Ada konglomerat kapitasi yang potong-potong ini barang tidak boleh saya maju, ini demokrasi tidak,” tegas Cudy dalam video itu.
Disinggung soal balon pasangannya jika maju, Cudy, menjelaskan, karena pasangannya Ma’mun Amir Stroke, sehingga diganti dengan Mayjen TNI Purnawirawan Sulaiman Agusto Hambuako.






