Untuk lebih meyakinkan, media melakukan konfirmasi ke Yaumil melalui telpon terkait isu itu, dan ia mengiyakan, Rabu, 11 Maret 2020.
“Di lapangan, survei Herny paling tinggi dari seluruh calon wakil. Jadi jika survei kedua diturunkan masih tetap tinggi dan menguntungkan maka dipastikan paket,” jelas Yaumil singkat.
Tak mau kalah, pihak Lukman Said juga mengklaim jika Lukman-Herny juga menguat di internal PDI Perjuangan. Seperti pada postingan salah satu pengurus PDIP Pasangkayu, Farham Arsyad, tertanggal 5 Maret 2020.
Secara blak-blakan, Lukman Said sebagai ketua PDI Perjuangan Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjelaskan jika komunikasi politik yang terbangun dengan Yaumil sudah lama terputus.
Itu dikarenakan pihak Yaumil tidak ingin bersama Lukman pada pilkada Pasangkayu tahun ini. Hal itu disampaikan Lukman saat wawancara di kediaman pribadinya, di Pasangkayu, Rabu, 11 Maret 2020.
Lebih jauh ia mengatakan, pihak luar tidak berhak mencampuri dapur partainya. Sebab, PDIP punya mekanisme penjaringan dengan prioritas kader tulen. Iapun mengakui survei Herny paling tinggi pada posisi calon wakil bupati.
Ditanya soal peranan ketua PDIP Sulbar, Agus Ambo Djiwa yang diduga punya andil pada pasangan Yaumil-Herny, ia membantah keras.
Sebab kata mantan ketua DPRD Pasangkayu itu, DPW dan DPC dalam rangka pilkada, bersama-sama untuk membangun koalisi partai sesuai surat DPP PDI Perjuangan.
“Jika ada kader yang maju, maka (DPW dan DPC) wajib mengakomodir. Saya ini kader. Jangan percaya isu murahan. Kalaupun ada isu memaketkan Herny dengan yang lain, silakan saja. Tapi, jangan bicara PDI. Meskipun dia (Herny) itu kader, tapi bukan kader tulen,” kata Lukman Said.
Menyinggung soal keyakinan dirinya maju bersama Herny, iapun sangat optimis bisa menang. Karena, PDIP akan bekerja full menggunakan segala instrumen politik. Makanya dia tidak mau dipaketkan dengan calon yang kalah.
Arham Bustaman






