PT JBM Rampungkan Preservasi Jalan Nasional Ruas Tomata – Beteleme Tepat Waktu

oleh -155 views
Tampak hasil pekerjaan preservasi jalan nasional ruas Tomata - Beteleme yang dikerjkan oleh PT JBM tahun 2019. ( Doc/JBM)

Palu, Posrakyat.com  -Jalan nasional trans Sulawesi ruas Tomata – Beteleme mengalami preservasi sepanjang 4 Kilometer yang dikerjakan oleh PT Jaya Bersama Makmur (JBM) selama kurang lebih 300 hari kerja, sesuai dengan kontrak perjanjian. Pengerjaan preservasi jalan ini digawangi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu. Preservasi tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas jalan.

Preservasi jalan nasional trans Sulawesi ruas Tomata – Beteleme yang dibagi menjadi 2 segmen ini memakan biaya Rp 49,3 Milyar dari anggaran APBN TA 2019. Segmen pertama sepanjang 3 Km dan segmen kedua sepanjang 1 Km.

Direktur Teknis PT Jaya Bersama Makmur, Subhan ST, mengungkapkan bahwa Serah Terima Pertama Kontrak Kerja antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen telah dilakukan sejak awal Januari 2020. Serah terima tersebut sebagai bukti penyelesaian pengerjaan yang telah dilaksanakan sesuai kontrak kerja.

Tampak hasil preservasi jalan nasional ruas Tomata – Beteleme yang telah rampung dikerjakan PT JBM tahun 2019. ( Dok/JBM)

Ia menambahkan, preservasi jalan tidak hanya digunakan untuk perbaikan kualitas jalan saja. Namun juga pembuatan saluran drainase baru melalui pembenahan dan rekonstruksi sepanjang 4 Kilometer. Pengerjaan tersebut dilakukan melebihi perjanjian kontrak kerja yang menyatakan hanya sepanjang 3,3 Km. Saluran drainase tersebut dikerjakan terhubung dengan sistem saluran drainase lingkungan. Drainase tersebut dilakukan guna menghindari genangan yang terjadi saat musim hujan.

“Hal ini kami lakukan untuk menghindari genangan dan kami bangun Dinding Penahan Tanah (DPT), sehingga bisa memperpanjang usia jalan ruas Tomata-Beteleme,” katanya.

Tampak tim PHO BPJN XIV Palu melakukan pengukuran dinding penahan tanah (DPT) yang dibangun PT JBM di jalan nasional ruas Tomata – Beteleme. ( Dok/JBM)
Melakukan pengukuran drainase yang telah dibangun PT JBM di jalan nasional ruas Tomata – Beteleme dan dihubungkan dengan sistem drainse lingkungan. hal ini guna memperpanjang usia jalan. ( Doc/JBM)

Pengerjaan ruas jalan Tomata – Beteleme yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara ini, jelas Subhan, juga mengalami kendala dari berbagai macam faktor. Salah satunya adalah faktor cuaca. Hujan di awal Juni dengan curah yang cukup tinggi di wilayah Morowali Utara membuat PT JBM sempat menghentikan pekerjaannya. Namun, hambatan tersebut tidak menghentikan pengerjaan ruas jalan tersebut. Ruas jalan Tomata – Beteleme ini selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Tampak pengukuran lebar jalan nasional ruas Tomata – Beteleme, hasil preservasi.(Doc/JBM)
Crore Drill aspal untuk menguji kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan preservasi jalan nasional ruas Tomata – Beteleme. ( Doc/JBM)

“Alhamdulillah sekarang sudah selesai dan sudah dilakukan PHO. Sebagai rekanan, kami berkomitmen dan menjaga integritas untuk mengerjakan sesuai dengan kontrak yang telah kami sepakati dengan BPJN IV Palu. Ini sesuai dengan harapan dan komitmen kami dalam mengerjakan proyek Preservasi ini,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 Koridor Tindatana-Taripa-Beteleme, Nasib A. Sera, mengatakan peningkatan kualitas jalan melalui preservasi ini mencakup pemeliharaan rutin jalan, rekonstruksi saluran, pemeliharaan jembatan, dan pelebaran jalan menuju standar.

Ia, mewakili Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XIV Palu, Ir. Satrio Utomo, menjelaskan bahwa pemerintah, melalui Kementerian PUPR, akan terus berupaya dalam peningkatan kualitas jalan dan penyediaan infrastruktur jalan dengan sebaik-baiknya. Untuk saat ini, BPJN XIV Palu memberikan perhatian khusus pada ruas jalan yang baru saja selesai ini.

“Karena jalan nasional ini sangat strategis dan merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Sulteng dan Sultra dengan melintasi Kabupaten Morowali Utara dan Morowali (Sulteng),” ungkapnya.

Kabupaten Morowali dan Morowali Utara saat ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini dikarenakan adanya kawasan industri pertambangan nikel terbesardi Asia yang dikelola oleh PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kedua kabupaten tersebut juga merupakan kawasan pengembangan perkebunan industri minyak kelapa sawit terbesar di Sulawesi Tengah. Diharapkan peningkatan kualitas jalan yang dilakukan dapat meningkatkan nilai perekonomian Sulawesi Tengah, dan Morowali.

Hasi preservasi jalan nasional ruas Tomata – Beteleme tahun 2019.(Doc/JBM)

 

Penulis : ZF

loading...