PosRakyat – Ratusan anak muda Sulteng antusias menyambut kedatangan Capres Ganjar Pranowo ke kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ratusan anak muda itu begitu bersemangat datang demi bertemu Capres idolanya, Ganjar Pranowo, Senin kemarin.
Baca Juga: Desa Kapas Dijadikan Sebagai Kampung Bahari Nusantara
Baca Juga: BPJN Sulteng Tindaklanjuti Keberatan Warga Desa Galumpang
“Selamat datang di Palu pak, Kota Lima Dimensi. Palu panas ya pak, semoga bapak betah,” sambut ratusan anak muda itu.
Dalam kunjungannya, Ganjar Pranowo banyak mendengar masukan dan saran dari anak muda di Sulteng terkait pembangunan Indonesia ke depan.
“Pak, kami ini tinggal di daerah tambang. Banyak perusahaan besar di sini. Tapi kami tidak mendapatkan akses pekerjaan di sana. Kira-kira kalau bapak jadi presiden, apa program untuk kami anak muda ini supaya bisa berdaya,” tanya salah satu anak muda Sulteng.
Pertanyaan serupa juga disampaikan Rani (25) peserta lainnya. Ia merasakan, betapa terjadi gap antara anak muda Sulteng dengan kota besar lain di Indonesia.
“Padahal kita mau menghadapi bonus demografi. Kalau generasi mudanya masih seperti ini, kayaknya sulit pak kita mendapat bonus demografi itu,” ucap Rani.
Ganjar sepakat dengan pernyataan anak muda Sulteng itu. Ia dan Mahfud MD menjadikan program SDM unggul sebagai program prioritas.
“Dan satu-satunya cara adalah melalui pendidikan. Nggak ada yang lain. Maka pendidikan ke depan harus merata sampai ke pelosok-pelosok desa,” kata Ganjar.
Lanjut Ganjar, perlu tindakan cepat untuk mewujudkan SDM unggul. Sebab, dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa, maka keberadaan SDM unggul menjadi syarat utama.
“Ya seperti yang dikatakan kawan Rahman tadi, banyak perusahaan besar tapi tidak bisa dapat kerja. Kemudian kita protes dengan banyaknya pekerja asing. Kita lupa bertanya, siapkah SDM kita untuk itu? Maka ini menjadi penting,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Ganjar tersebut mendapat apresiasi dari anak muda Sulteng. Menurutnya, Ganjar sangat mengerti dan memahami akar persoalan yang terjadi selama ini.
“Saya sendiri bergerak mengajar ke pelosok-pelosok dan melihat betapa pendidikan masih sangat minim. Banyak anak yang tidak sekolah di sini, banyak yang memilih bekerja di Pasar Inpres dan meninggalkan bangku sekolah,” ucap Naya salah satu peserta.
Ia berharap pak Ganjar benar-benar bisa menjadikan SDM Indonesia unggul agar bonus demografi bisa dicapai.***



