Tak hanya itu, desain estetik tanggul ini diharapkan mampu menarik pengunjung dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar pesisir. “Dengan perawatan yang baik, tanggul ini akan terus menjadi aset yang bermanfaat bagi semua pihak,” ujar PPK 2.5, Risky Ananda.

Namun, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah kemunculan buaya di sekitar pantai proyek. Untuk mengantisipasi risiko, telah dipasang Box Culvert dengan pintu air dan penutup atas yang dirancang untuk meningkatkan keamanan masyarakat pesisir.
Hingga kini, progres proyek telah berjalan sesuai target, dengan perapian kanstin tengah dilakukan berdasarkan arahan dari kunjungan Wakil Menteri beberapa waktu lalu. Risky memastikan proyek ini akan rampung tepat waktu.
Dengan segala manfaat yang ditawarkan, proyek rekonstruksi tanggul Jalan Cumi-Cumi diharapkan menjadi ikon baru Teluk Palu, tidak hanya sebagai upaya mitigasi bencana tetapi juga untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir Sulawesi Tengah.






