Rela Lintas Provinsi Demi Terus Bermitra dengan Astra Agro Lestari

oleh -
oleh
Sabar, petani sawit asal Luwuk Timur, mitra Astra Agro. Foto: Ist

“Saya pernah membeli bibit dari pihak lain, tetapi hasilnya kurang memuaskan. Dengan Astra Agro, kualitas bibit terjamin, dan hasilnya sangat baik. Bahkan tim yang melakukan pendampingan mengatakan kebun saya melebihi standar kebun inti Astra Agro,” ujar Sabar dengan bangga.

Selain itu, program pembinaan dan pendampingan yang dilakukan Astra Agro turut memperkuat keyakinannya untuk terus bermitra. “Tim dari Astra Agro sering datang ke kebun saya untuk melihat langsung kondisi tanaman dan memberikan masukan. Itu membuat kami merasa didukung dan dihargai sebagai petani,” tambahnya.

Jarak bukan menjadi penghalang bagi Sabar untuk tetap mengirimkan buah sawitnya ke pabrik PT SJA, yang beroperasi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Dengan jarak tempuh hingga 150 kilometer, perjalanan dari Luwuk Timur bisa memakan waktu hingga 12 jam. Namun, menurutnya, semua itu sepadan dengan pelayanan dan dukungan yang ia terima.

“Pelayanan mereka tidak bisa dilupakan. Saya merasa Astra Agro benar-benar memperhatikan kami, baik sebagai petani maupun manusia. Itulah alasan mengapa saya terus berkomitmen bermitra dengan Astra Agro,” tutup Sabar.

Direktur Astra Agro Lestari, Djap Tet Fa, dalam sambutannya saat membuka acara Gathering Partnership Astra Agro di Bandung mengatakan, sejak tahun 2011, Astra Agro berkomitmen untuk tidak melakukan pembukaan lahan baru sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang moratorium sawit.

Menurutnya, selain peningkatan produktivitas melalui riset dan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan, petani mitra berperan kuat dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

“Hubungan perusahaan dan petani lebih dari sekadar transaksi bisnis, melainkan kemitraan strategis yang saling menguntungkan satu sama lain,” tegas Djap Tet Fa.

Melalui kemitraan ini, Astra Agro tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas petani seperti Sabar, tetapi juga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.