“Terima kasih atas informasinya. Kami langsung minta tim teknis cek ke lapangan dan meminta kontraktor segera melakukan perbaikan,” ujar Ismaun melalui pesan WhatsApp, Selasa (8/7).
Menurut Ismaun, retakan terjadi akibat gerusan air di bawah pondasi yang menyebabkan penurunan struktur bangunan. Ia menyebut akan dilakukan pengeboran pondasi (bore pile) agar struktur lebih kuat.
Sementara itu, Project Manager PT SMS, Anang Widodo, ST, menyatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan mulai Rabu (9/7).
“Kami sudah cek langsung dan akan segera lakukan pembongkaran serta perbaikan,” kata Anang.
Saat ditanya soal dugaan kualitas pekerjaan, Anang menegaskan bahwa pengerjaan sudah dilakukan sesuai desain yang disusun oleh BWSS III.
“Kami hanya melaksanakan pekerjaan berdasarkan desain yang telah ditentukan,” akunya.
Anang menambahkan, proyek ini sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) sejak Maret 2025, dengan masa pemeliharaan sampai pada April 2026.
(ZF)






