Rusdy Mastura Masih Komitmen ke Korban Bencana, ‘Ojo Dibandingke’ Hibah ke Munas KAHMI

oleh -
oleh
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura. Foto: Ist

Di sisi lain, Gubernur Rusdy Mastura juga mengusulkan peraturan presiden (Perpres) Percepatan Pembangunan Sulawesi Tengah sebagai salah satu bentuk komitmen penanganan percepatan pasca bencana. Disebut diusulkan semula Rp318 triliun sekarang menjadi Rp400 triliun lebih. Usulan itu sekarang telah diproses di sekretariat negara.

‘’Jatim punya Perpres. Jateng juga begitu. Kenapa kita tidak. Secara politis, geografis sangat strategis dengan IKN. Kita usulkan Perpres berlaku lima tahun ke depan. Sehingga ke depan usulan – usulan kita ke kementerian tidak akan ditolak karena ada payungnya berupa Perpres percepatan. Jadi semua mesti melihat ini semua kebijakan pembangunan. Jangan dibanding-bandingkan,’’ terang gubernur lagi.

Bantuan atau hibah ke Munas KAHMI tidak lain adalah upaya gubernur untuk daya resonansi Sulteng adalah masa depan Indonesia ketika dunia dilanda krisis energi, krisis pangan dan krisis sumber daya alam.

‘’Jujur saja ini juga bagian strategi. Alumni HMI ada di semua level organisasi pemerintahan, swasta usaha dan lainnya. Diprediksi ada enam ribuan akan hadir. Saya berharap ada daya ungkit ekonomi di acara itu, daya ungkit kampanye Sulteng yang meresonansi hingga di Indonesia. Saya minta juga agar panitia Munas membuat event yang menyertakan seluruh kekuatan UMKM, dan lainnya,’’ jelas Cudy yang mengaku ke Batam, Jakarta dan daerah lain hanya untuk menjemput dan mempercepat Sulteng maju dan sejahtera.

Gubernur juga mengaku mengapresiasi kritik, demontrasi dan pikiran cerdas beberapa elemen masyarakat dan akademisi.

‘’Ini bukti saya dijaga oleh mereka adik-adik. Tidak apa-apa. Biar ke depan siapa yang main-main dengan anggaran akan berhadapan dengan masyarakat. Saya minta semua kembali fokus untuk membangun Sulteng. Biasa dikritik oleh kawan sendiri,’’ tandas mantan dua periode Wali Kota Palu itu menutup keterangannya. ***