“Selain Sapi Donggala, sapi impor akan dikembangkan melalui idukan lokal dengan metode Transfer Embrio, dan kita akan masifkan baik dengan kawin alam maupun Inseminasi Buatan,” jelasnya.
Rusdy menambahkan, upaya pengembangan sektor peternakan ini sudah dimulai melalui langkah-langkah konkret yang melibatkan Dinas Perkebunan dan Peternakan. Sarana pendukung dan pelatihan tenaga teknis sudah dipersiapkan, termasuk penyediaan minimal satu inseminator di setiap desa.
“Ini bukan sekadar janji, kami sudah mempersiapkan sarana dan pelatihan teknis hingga ke tingkat desa,” tambahnya.
Rusdy Mastura juga mengajak masyarakat Sulawesi Tengah untuk memiliki pola pikir yang lebih besar dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Menurutnya, dengan gerakan besar ini, transformasi yang diharapkan di Sulawesi Tengah akan segera tercapai.
“Kita harus berpikir dan bertindak lebih besar lagi. Dengan begitu, perubahan besar dan transformasi daerah ini bisa kita wujudkan,” tegasnya.
Program Inseminasi Buatan yang diusung Rusdy diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor peternakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah secara keseluruhan.






