Untuk itu kata Abdi Fauzi, SEMMI Sulteng siap bersinergi dan bekerjasama dengan Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di kabupaten di Sulawesi Tengah.
Abdi meyakini, menjelang Ramadhan 1444 Hijriah diprediksi akan dimulai pada 22-23 Maret 2023, jajaran Polri khusunya Polda Sulteng bersama jajarannya telah melakukan antisipasi tindak kejahatan, demi menjaga keamanan dan ketertiban bagi umat yang melaksanakan ibadah puasa.
Lebih penting lagi bagaimana menjaga toleransi antar umat beragama, pencegahan terhadap bentuk tindakan intoleransi wajib untuk dilakukan agar tidak meluas dan mengoyak persatuan dan kesatuan.
Sebagai umat beragama kita harus selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan harus mempunyai sifat toleransi dalam beragama. Jika tidak sesama anak bangsa akan sangat mudah dicerai berai.
Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah gambaran idaman masyarakat ideal saat ini. Walaupun kadang rasa saling menghargai sering dinodai dengan beda pendapat dan perselisihan.
“Semua manusia menginginkan yang namanya kedamaian dengan tingkat toleransi yang tinggi satu sama lain,” harapnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Sulawesi Tengah untuk saling menghargai satu sama lain. Jika sudah menghargai orang lain, maka akan terbentuk rasa saling memiliki satu sama lain.
“Sehingga membawa ketenangan dalam hidup. Tercegah gangguan Kamtibmas dan dapat menjadi role model yang baik terhadap generasi penerus selanjutnya,” tutupnya. ***
(Thio)






