Soal Aturan OJK, DPRD Touna Bahas Restrukturisasi Bersama Pihak Bank dan Non-Bank

oleh -
Anggota DPRD Touna melaksanakan Rapat Dengar Pendapat bersama pihak Bank dan Non Bank terkait aturan OJK. Senin (20/4/2020). [Foto : Jefry ]

Touna, PosRakyat.com- Angota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), bersama pihak perbangkan dan non bank mengelar rapat dengar pendapat terkait aturan yang di keluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 11/POJK .03/ 2020, tentang stimulus perekonomian nasional yang memberikan kelonggaran cicilan hingga 1 tahun kepada debitur. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat DPRD Touna pada Senin (20/4/2020).

Rapat dengar pendapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Touna Mahmud Lahay, SE, M.Si, didampingi wakil ketua DPRD, Salim Makaruru.SS, Serta Sekwan, Surya S.Sos dan juga anggota komisi komisi lainnya.

Mahmud mengatakan pihaknya meminta kejelasan terkait sejauh mana pihak bank maupun non bank menindak lanjuti aturan OJK terkait restrukturisasi cicilan terhadap debitur.

Dalam kesempatan itu pihak pimpinan Bank BRI Ampana, Elke kalie menyampaikan restrukturisasi yang dilakukan oleh pihak Bank BRI terhadap debitur mengacu pada peraturan OJK yakni, 1.penurunan suku bunga, 2. perpanjangan jangka waktu; 3.pengurangan tunggakan pokok; 4. pengurangan tunggakan bunga; 5. penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau, 6. konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Tambahan Elke sampai saat ini pihak nasabah BRI sudah ada yang melakukan restrukturisasi, kata Elke penyampaian OJK yang masih mampu membayar silahkan, yang tidak bisah itu yang kami tolong.

” Kami mengerti dengan kondisi UMKM saat ini ” ucap Elke.

Hal yang sama di sampaikan oleh pihak Pimpinan FIF GROUP Ampana, Adyo Pratama, bahwa kebijakan yang diambil oleh pihak Perusahan FIF dalam restrukturisasi yaitu penurunan suku bunga, dan perpanjangan tenor dan saat ini kata Adyo ada 162 debitur FIF yang telah mengajukan relaksasi, untuk itu pihaknya mengaku telah menjalani aturan OJK nomor 11 tahun 2020 tersebut.

Sementara kata dia menambahkan, untuk mengajukan relaksasi pihak FIF akan menghubungi langsung pihak debitur. [ Jefry]

loading...