Kota Palu Baru 18, 81 Persen, Pemprov Desak 4 Daerah Percepat Penyaluran Stimulan Tahap II

oleh -
[Foto : Istimewa]

PALU, PosRakyat.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat menggelar rapat teknis melalui video conference (Vidcon) dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Tengah, Mohammad Hidayat Lamakarate, Danrem 132 Tadulako, Kol Inf, Agus Sasmita, Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Bartholomeus Tandigala, dan pemerintah kabupaten dan kota terdampak bencana alam, 28 September 2018 silam. Rapat Vidcon ini digelar di ruang kerja Sekdaprov, Senin (20/4/2020).

Melalui Vidcon tersebut, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Rifai menyampaikan rapat ini dalam rangka untuk memantau sekaligus memastikan program rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan tahap I dan II.

Pada kesmpatan itu Hidayat Lamakarate mengungkapkan, berkaitan dengan pencairan dana stimulan tahap II, untuk Kota Palu  dana prensentase yang tersalurkan 18, 81 persen, Kabupaten Sigi 39, 80 persen, Donggala 58, 47 persen, dan Kabupaten Parigi Moutonh 43, 63 persen.

Dari presentase tersebut Hidayat Lamakarate mengakui bahwa Kota Palu presentase penyaluran dananya masih 18, 81 persen. Hal ini disebabkan kelengkapan data di masing-masing penerima. Menurut dia, tentunya ini menjadi catatan BPBD Kota Palu.

“Karena sampai saat ini masih banyak masyarakat bertanya kapada Kami pemprov kapan sebenarnya dana ini secepatnya bisa disalurkan,” tegas Hidayat Lamakarate.

Ia menuturkan, dalam beberapa kali kesempatan pemprov menyampaikan kepada masyarakat dana ini sesungguhnya sudah tersedia di BPBD masing-masing kabupaten dan kota, tinggal bagaimana kecepatan dari masing-masing daerah itu untuk bisa memastikan bahwa data masyarakat terdampak bisa memenuhi syarat, karena jika data tersebut tidak memenuhi syarat, pihak perbankkan agak sulit untuk menyalurkan dana tersebut.

“Dari data terakhir yang kami terima ini, kami akan mendesak sekaligus meminta kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses penyaluran dana stimulan tahap II kepada masyarakat,” katanya.

Apalagi disituasi wabah Covid – 19 saat ini, jelas Hidayat Lamakarate, tentunya juga akan menjadi hambatan proses penyaluran dana stimulan, di mana pihak bank memiliki keterbatasan menyiapkan skenario dalam proses penyaluran dana yang harus memenuhi mekanisme protokol kesehatan atau sosial distancing dalam rangka mencegah penyebarluasan Covid 19. [BOB]

loading...