PosRakyat – Senja belum benar-benar jatuh ketika deru mesin terdengar di bukit-bukit Vatutempa, kawasan tambang emas tanpa izin (PETI) yang berada di Kelurahan Poboya, Kota Palu. Sabtu sore (21/6), sekitar pukul 17.50 Wita, ketenangan itu pecah oleh suara benturan keras antara dua truk pengangkut material tambang.
Dua kendaraan berat itu – truk bernomor polisi DN 8732 AJ yang dikemudikan oleh Noval dan truk DN 8356 AU yang dikendarai Ipan – dikabarkan bertabrakan saat melintas di jalur tambang sempit yang dipenuhi debu dan lumpur. Keduanya mengalami kerusakan berat. Belum ada laporan resmi soal korban jiwa, namun kondisi kendaraan menggambarkan betapa keras benturan yang terjadi.
“Truk itu sedang mengangkut material dari dalam lokasi. Memang jalannya kadang licin. Kalau sama-sama buru-buru, ya bisa tabrakan,” ujar seorang sumber yang enggan disebut namanya.
Baca Juga: Satgas Madago Raya Razia Senpi dan Handak di Poso
Kecelakaan ini menjadi catatan kelam terbaru dalam serangkaian tragedi yang membayangi aktivitas tambang ilegal di kawasan tersebut. Lokasi kecelakaan masih berada di atas lahan Kontrak Karya milik PT Citra Palu Minerals (CPM), namun hingga kini aktivitas PETI tetap berlangsung tanpa pengawasan ketat.






