PosRakyat – Suasana hangat menyeruak di Tanaris Kafe, Kota Palu, Sabtu pagi, 10 Mei 2025. Secangkir kopi dan obrolan produktif menyatukan para pejabat tinggi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan para jurnalis dari berbagai media. Bukan sekadar temu wicara, agenda “Ngopi Bareng Gubernur” menjadi panggung terbuka bagi Gubernur Anwar Hafid menyampaikan pesan penting: jangan ada sekat antara pejabat dan wartawan.
“Layani teman wartawan. Jangan hindari,” ujarnya lugas, disambut anggukan dari para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir. Baginya, hubungan baik antara pemerintah dan media adalah kunci agar program dan kebijakan publik bisa sampai ke masyarakat luas.
Bukan tanpa alasan Anwar Hafid menekankan hal ini. Ia meyakini, transparansi dan keterbukaan informasi publik adalah bentuk tanggung jawab, bahkan nilai yang diajarkan dalam agama. “Sampaikan kebenaran itu untuk diketahui orang banyak,” tegasnya.
Baca Juga: Gubernur Sulteng Dorong Inovasi Perizinan dan Sinergi Pemda se-Sulteng
Ngopi pagi itu bukan sekadar seremoni. Wakil Gubernur Reny Lamadjido, hampir seluruh kepala OPD, hingga para jurnalis media cetak dan online hadir dalam suasana akrab. Di balik hidangan ringan dan tawa santai, terselip komitmen serius membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan pers.
Anwar Hafid pun mengingatkan, dirinya telah lama menjalin hubungan baik dengan media—jauh sebelum menjabat sebagai Bupati Morowali dua periode. Kini sebagai Gubernur, ia berharap tradisi keterbukaan ini juga dilanjutkan oleh para pimpinan OPD. Bahkan, ia mewacanakan agar kegiatan serupa bisa digelar rutin oleh OPD.






