PosRakyat – Proyek perbaikan dan penataan aliran sungai di Kota Palu yang dikenal dengan nama River Improvement in Palu City Area (Downstream of Palu Considering Tsunami Countermeasures), kembali menyita perhatian publik. Proyek yang saat ini tengah berlangsung di kawasan selatan dan barat Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, tepatnya di wilayah Kawatuna, Kecamatan Mantikulore, dituding memicu kerusakan infrastruktur di sekitarnya.
Salah satu dampak yang kini mencemaskan warga adalah munculnya retakan serius pada saluran irigasi yang berada persis di sisi pagar bandara. Retakan tersebut diduga kuat akibat aktivitas berat pemasangan box culvert di jalur hilir Sungai Ngia, yang merupakan bagian dari proyek pengendalian banjir dan mitigasi tsunami itu.
Pantauan langsung di lapangan pada Rabu
(28/5/2025) menunjukkan retakan memanjang sepanjang saluran irigasi yang membentang dari sisi selatan hingga barat bandara. Posisinya yang berdekatan dengan pagar pembatas bandara membuat warga khawatir akan kemungkinan ambruknya struktur saluran, yang bisa berujung pada terganggunya keamanan fasilitas bandara maupun pemukiman sekitar.
Baca Juga: Gubernur Anwar Respons Cepat Bencana Banjir Wombo: BWSS III Palu dan BPJN Sulteng Beri Bantuan
Baca Juga: BPK Serahkan LHP 2024 ke 12 Kabupaten dan 1 Kota, Pemprov Sulteng Setelah Idul Adha
“Saya bilang ke teman-teman penggembala untuk tidak lewat situ karena takutnya ambruk. Retakannya sudah terlihat jelas dan sewaktu – waktu bisa ambruk,” ujar Ahmadi, warga setempat, saat ditemui tim media ini.






