Donggala, Posrakyat.com –Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Donggala belum lama ini baru menghasilkan tiga hasil kajian yang berkaitan dengan Donggala. Meskipun sebetulnya menurut Dr. H. Ardin T. Tahyeb selaku Kepala Balitbangda ada banyak agenda unggulan sebagai inovasi yang diprogramkan, tapi terkendala dari pembiayaan yang terbatas.
Menurut Ardin Tayeb organisasi perangkat daerah yang dipimpinnya ini ada banyak yang menarik untuk dilaksanakan dalam kaitan pembangunan Kabupaten Donggala mengiringi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Donggala ke depan. Termasuk sekaitan dengan RPJMD yang menjadi program dalam pembangunan baik dibidang sumber daya manusia maupun dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada. Karena itu ia berharap hasil kajian yang dihasilkan Balitbangda memberi manfaat secara luas baik lingkungan pemda maupun masyarakat.
Ketiga hasil riset yang merupakan kerja sama dengan Universitas Tadulako, pertama riset tentang Kajian dan Penelitian Wilayah Pesisir Pasca gemnpa dan Tsunami di Kabupaten Donggala oleh Dr. Abdullah. Kedua, Dinamika Perkembangan Kepala daerah Dalam Pemerintahan Kabupaten Donggala, melibatkan empat akadmisi yaitu Dr. Darwis, Dr. Syahruddin hattab, Dr.Abd. Rivai dan Dr. Abd. Hakim. Sedangkan kajian yang ketiga tentang Kinerja Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Donggala Masa Bupati Kasman Lassa-Vera Elena laruni (2014-2019) dan Bupati Kasman Lassa-Moh.Yasin 2019 sampai sekarang.
Kajian kinerja pemerintahan ini ditulis Dr. Irwan Waris dan Ani Susanti, keduanya dosen politik FISIP Univeritas Tadulako
”Ketiga kajian tersebut melibatkan perguruan tinggi yang selama ini memang memiliki kemitraan dalam penelitian dengan harapan akan memperkaya khazanah Kabupaten Donggala dari berbagai aspek. Sekaligus menunjukkan kalau Balitbangda berperan penting pembangunan, tapi saying masih dipandang sebeluh mata dan tidak semua pihak menganggap penting. Hal ini menjadi tantangan kami bagaimana kedepan tentang pentingnya Balitbangda dalam suatu kajian sebelum melaksanakan suatu pembangunan,”ungkat Ardin T. Tahyeb pada media ini, Senin (2/3) kemarin.
Dalam proses kajian yang telah menghasilkan bentuk laporan tertulis dari tim penulis diawali penelitian lapangan dalam bentuk FGD, kemudian seminar selama dua kali yang melibatkan lintas OPD di lingkungan Pemda Donggala dan melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Tujuannya mendapatkan beragam informasi berupa masukan dan kritikan masyarakat selain melakukan kajian pustaka di Dinas Perpustakaan dan Dinas Arsip Kabupaten Donggala maupun Provinsi Sulawesi Tengah.
JAMRIN AB






