Rayu mencontohkan, seperti di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Bupati PPU yang sempat viral di media sosial (medsos) mencak-mencak karena sedikit-sedikit pasien dirujuk dan Bupati PPU tidak ingin RSUD PPU menjadi RSUD rujukan, namun menjadi RSUD yang berikan pelayan kepada warganya.
“Ini juga harus dilakukan manejemen RSUD Pasangkayu. Jangan sedikit-sedikit pasien di rujuk ke Palu,” urai Rayu.
Rayu berharap, RSUD Pasangkayu mendapatkan kucuran dana yang memadai dalam meningkatkan fasilitas dan pelayanannya kepada pasien, termasuk meningkatkan kesejahteraan bagi para dokter dan perawat, agar nantinya tidak ada lagi pasien di rujuk, tetapi betul-betul di rawat seperti pada umumnya RSUD ditempat lain.
“Jadi RSUD Pasangkayu harus tingkatkan pelayanannya,” harapnya.
Di tempat yang sama, anggota DPRD Sulbar Yusri M Nur senada dengan Rayu.
“Fasilitas peralatan RSUD harus ditingkatkan, seperti di UGD dan Laboratorium, sehingga pasien mendapatkan pelayanan maksimal tanpa harus lagi dirujuk ke Palu,” singkat Yusri yang juga Ketua DPD Perindo Pasangkayu ini.
(Nis/AB)






