Tak hanya itu, ia juga menyebutkan bahwa buruknya kondisi jalan juga bisa karena penyalahgunaan anggaran penanganan jalan itu sendiri.
“Kadang-kadang, dana yang dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan tidak digunakan dengan tepat. Ini bisa mengakibatkan kualitas proyek menurun dan kerusakan jalan cepat terjadi,” ujarnya.
Informasi diterima, kondisi jalan dan jembatan di ruas yang banyak terdapat kerusakan sebagian ditangani pada tahun 2023 lalu di masa kepemimpinan Kepala BPJN Sulteng, Arief Syarif Hidayat, yang kini menjabat sebagai Kasubdit Pembangunan Jembatan Wilayah III Ditjen Bina Marga Kementerian PU.
Penanganan Jalan Tompe – Ampera – Surumana Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Menanggapi banyaknya kerusakan jalan yang berlubang dan ambles di ruas jalan Tompe Ampera Surumana, Awaluddin, PPK 2.4 Satker PJN Wilayah II Sulteng mengaku sedang proses penanganan.
“Terima kasih atas informasinya. Terkait dengan kondisi tersebut, saat ini kami tangani secara bertahap,” kata Awaluddin via whatsapp, Selasa, 19 November 2024.
Sementara untuk beberapa titik jalan rusak di wilayah desa Enu kecamatan Sindue kabupaten Donggala, Awaluddin, memastikan dalam waktu kurang lebih satu bulan kedepan akan segera diselesaikan.
“Untuk titik titik lubang di Enu, sedang kami tangani, insyaAllah semua titik lubang kami sisir dan upayakan tuntas di akhir tahun ini,” katanya.
Selanjutnya, untuk kerusakan jembatan Tosale 2 di desa Tosale kecamatan Banawa Selatan kabupaten Donggala kini sedang dalam penanganan termasuk sejumlah lubang di badan jalan yang ada di ruas Ampera Surumana.
Sedangkan untuk penanganan lonsoran di Enu dengan menggunakan geosynthetic dimana sudah terlihat tanda – tanda kerusakan di bagian tengah lereng.
“Memang masuk di ruas kami, namun penanganannya oleh PPK lain yang saat ini dalam masa pemeliharaan,” tutupnya.


(ZF).






