PosRakyat.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan seluruh galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) maupun Polyethylene Terephthalate (PET) yang beredar di masyarakat aman digunakan selama memenuhi standar yang ditetapkan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, seluruh kemasan air minum dalam kemasan (AMDK) yang telah mengantongi izin edar BPOM dan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dipastikan aman untuk digunakan masyarakat.
“Ya tentu aman. Yang sudah memiliki izin BPOM pasti aman. Salah satu syarat mendapatkan izin edar adalah telah memenuhi standar SNI. Jadi semua kemasan ber-SNI itu aman,” kata Taruna Ikrar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Timbunan Jalan Tanampulu – Malino Diduga Tipis, Warga Soroti Kualitas Proyek Rp5,9 Miliar
Baca Juga: Longsor Gunung Pascagempa Sigi Sisakan Trauma, PSI Peduli Bantu Warga Bangkit
Taruna menjelaskan, jaminan keamanan tersebut tidak hanya berdasarkan aspek administratif, tetapi juga melalui pengawasan ketat BPOM terhadap seluruh proses produksi AMDK.
Menurutnya, BPOM melakukan pemeriksaan mulai dari proses produksi, sertifikasi produk, kondisi pabrik, hingga keamanan kemasan sebelum produk diedarkan ke masyarakat.
“Jadi kita tidak sekadar administratif, tetapi ada data empirisnya. Kalau sudah ada izin dari Badan POM, berarti aman,” ujarnya.
Meski demikian, BPOM mengimbau masyarakat tetap teliti saat menggunakan kemasan air minum jenis apa pun. Konsumen diminta memastikan kondisi kemasan masih layak, memeriksa label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa produk.
Selain itu, galon guna ulang juga harus disimpan dan dibersihkan dengan benar sebelum digunakan kembali guna mencegah pertumbuhan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, maupun parasit.
Taruna menegaskan, kebersihan dan cara penyimpanan kemasan menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya risiko kesehatan di kemudian hari.
“Karena yang bisa kami tindak itu produsennya. Kalau konsumennya sendiri tidak teliti, maka perlu ada edukasi kepada masyarakat,” katanya.
BPOM, lanjut Taruna, juga akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait teknik penyimpanan dan pembersihan galon guna ulang agar tetap higienis dan tidak merusak kualitas air minum.
Sebelumnya, isu mengenai usia pemakaian galon guna ulang sempat menjadi perhatian publik. Namun, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Suprihatin, menegaskan bahwa usia galon tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ancaman kesehatan.


Increase your backlinks with trusted seo services and google appearance
DailySeoLinks.com – we provide daily backlinks and grow google appearance every day:
https://tiny.cc/daily-85offer
DailySeoLinks.com – daily backlink plans to improve your seo backlinks every day