Timbunan Jalan Tanampulu – Malino Diduga Tipis, Warga Soroti Kualitas Proyek Rp5,9 Miliar

oleh -37 views
oleh
Terlihat kerusakan di badan jalan ruas Tanampulu - Malino, kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulteng, Minggu 21 Juni 2026. FOTO: ZF/Posrakyat.com

PosRakyat.com – Kualitas pekerjaan proyek jalan ruas Desa Tanampulu menuju Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, menuai sorotan dari masyarakat. Warga menilai material timbunan sirtu pada proyek tersebut diduga terlalu tipis, bahkan di sejumlah titik disebut tidak dilakukan penimbunan sama sekali.

Salah seorang warga Desa Malino yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, ketebalan timbunan di ruas jalan Tanampulu–Malino dinilai tidak merata.

Kondisi badan jalan yang tampak becek di salah satu titik jalan ruas Tanampulu – Malino, Kabupaten Donggala, Minggu 21 Juni 2026. FOTO: ZF/PosRakyat.com

“Ini yang kami pertanyakan, kenapa timbunannya terlihat tipis. Bahkan ada titik yang sama sekali tidak ditimbun dan hanya diratakan menggunakan alat,” ungkapnya kepada PosRakyat.com.

Baca Juga: Longsor Gunung Pascagempa Sigi Sisakan Trauma, PSI Peduli Bantu Warga Bangkit

Baca Juga: PSI Peduli Hadir di Lembantongoa, Salurkan 2.000 Paket Bantuan hingga Trauma Healing untuk Anak

Tampak kubangan di jalan ruas Tanampulu – Malino, kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Minggu 21 Juni 2026. FOTO: ZF/Posrakyat.com
Jembatan di jalan ruas Tanampulu – Malino menggunakan batang pohon kelapa. FOTO: ZF/Posrakyat.com

Menurutnya, salah satu titik yang diduga tidak mendapat timbunan berada tidak jauh dari rumahnya. Di lokasi tersebut, badan jalan disebut hanya diratakan menggunakan grader.

“Mulai dari jembatan sampai depan sekolah, kurang lebih sekitar 200 meter, itu hanya diratakan saja tanpa timbunan. Masih banyak titik lain yang juga hanya diratakan,” ujarnya.

Warga juga menyoroti tidak adanya saluran drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Padahal, menurut mereka, saluran air sangat penting untuk menjaga kondisi jalan saat musim hujan.

“Kami sempat mempertanyakan soal saluran air, karena menurut kami jalan itu harus memiliki drainase. Tapi sampai pekerjaan selesai ternyata tidak dibuat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *