PosRakyat.com – Kualitas pekerjaan proyek jalan ruas Desa Tanampulu menuju Desa Malino, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, menuai sorotan dari masyarakat. Warga menilai material timbunan sirtu pada proyek tersebut diduga terlalu tipis, bahkan di sejumlah titik disebut tidak dilakukan penimbunan sama sekali.
Salah seorang warga Desa Malino yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, ketebalan timbunan di ruas jalan Tanampulu–Malino dinilai tidak merata.

“Ini yang kami pertanyakan, kenapa timbunannya terlihat tipis. Bahkan ada titik yang sama sekali tidak ditimbun dan hanya diratakan menggunakan alat,” ungkapnya kepada PosRakyat.com.
Baca Juga: Longsor Gunung Pascagempa Sigi Sisakan Trauma, PSI Peduli Bantu Warga Bangkit
Baca Juga: PSI Peduli Hadir di Lembantongoa, Salurkan 2.000 Paket Bantuan hingga Trauma Healing untuk Anak


Menurutnya, salah satu titik yang diduga tidak mendapat timbunan berada tidak jauh dari rumahnya. Di lokasi tersebut, badan jalan disebut hanya diratakan menggunakan grader.
“Mulai dari jembatan sampai depan sekolah, kurang lebih sekitar 200 meter, itu hanya diratakan saja tanpa timbunan. Masih banyak titik lain yang juga hanya diratakan,” ujarnya.
Warga juga menyoroti tidak adanya saluran drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Padahal, menurut mereka, saluran air sangat penting untuk menjaga kondisi jalan saat musim hujan.
“Kami sempat mempertanyakan soal saluran air, karena menurut kami jalan itu harus memiliki drainase. Tapi sampai pekerjaan selesai ternyata tidak dibuat,” katanya.
Diketahui, proyek tersebut merupakan paket pekerjaan Pemeliharaan Jalan Ruas SP Tanampulu – Malino – Bambakanini – Ngovi Tahun Anggaran 2025 yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Donggala.
Pekerjaan itu dilaksanakan oleh CV Palu Mandiri Sejati terhitung kontrak, 14 November 2025, dengan nilai anggaran sebesar Rp5.976.319.000 dan masa kerja selama 45 hari kalender.
Berdasarkan pantauan PosRakyat.com pada Minggu, 21 Juni 2026, di sepanjang ruas jalan Tanampulu-Malino ditemukan sejumlah titik badan jalan yang mengalami kerusakan meski sebelumnya telah dilakukan penimbunan. Bahkan, di beberapa lokasi terlihat mulai berlubang.
Sementara di kawasan pegunungan pada ruas tersebut, timbunan badan jalan tampak lebih tipis dibandingkan titik lainnya. Kondisi itu memicu kekhawatiran warga karena jalan dinilai berpotensi cepat rusak.
“Padahal anggarannya cukup besar. Kami sangat menyayangkan kalau kualitas pekerjaannya hanya seperti ini,” ujar warga lainnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana proyek, Irban menyatakan pekerjaan telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan mempersilakan pihak terkait melakukan pemeriksaan di lapangan.
“Untuk memperjelas, silakan dilakukan pemeriksaan langsung,” ujar Irban via WhastApp kepada PosRakyat.com, Kamis (25/6/2026).
Pihak pelaksana juga menegaskan, pekerjaan tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan pengukuran lapangan oleh instansi terkait.
“Semua sudah dilakukan pemeriksaan dan pengukuran lapangan oleh Inspektorat dan BPK,” katanya.
(ZF)






