Yusuf cukup dikenal di kalangan jamaah Masjid Raya Donggala dan paling aktif melakukan pelayanan menu peca didampingi sejumlah panitia dan remaja masjid. Sajian peca tersebut dibarengi dengan sambal terasi bercampur tomat dan Lombok dan sesekali dengan sambal terung. Aromanya mengundang selera dan cukup mengenyangkan bagi yang buka puasa. Sebab selain bubur, jamaah juga disajikan aneka jenis kue tradisional yang dibawa oleh warga.
Selain Masjid Raya, penyedia menu buka puasa berupa peca terdapat di Masjid Nurul Imam Maleni, keberadaannya juga sudah sangat lama, sudah puluhan tahun. Di masjid ini penanggungjawabnya adalah Sabaruddin (63 tahun), salah satu pegawai syara masjid. Proses pembuatan peca dikerjakan di rumah Sabaruddin yang tidak jauh dari masjid, setelah masak baru dibawa ke masjid untuk ditakar sesuai tempat yang ada.***
Penulis: JAMRIN AB






