Namun lanjut dia, kali ini melalui Kadin Smart, mereka akan membuat cerita sendiri untuk produk UMKM berbasis heritage ini.
Contohnya, sebut Rahmad, untuk Sarung Donggala akan diberikan QR code masing – masing, sehingga dalam QR code tersebut akan menceritakan sejarah tentang setiap motif Sarung Donggala yang dibuat. Dan kemudian profile penenun serta waktu produksi sarung tersebut.
“Tentu hal ini akan membuat boundaries (batasan) tersendiri bagi setiap pemilik Sarung Donggala itu,” katanya.
Sementara, Direktur Bukalapak Hita Supranjaya menyambut baik program Kadin Smart Donggala.
Pertemuan itu ditutup dengan rencana kunjungan balasan dari Tim Buka Pengadaan ke Kabupaten Donggala. Di mana dia mengaku akab ikut terlibat ke dalam program Kadin Smart di Donggala. ***






