Camat Toribulu Diminta Belajar Ilmu Komunikasi

oleh -
oleh
Mastang. Foto: Ist

“Ada kode etik yang dijunjung tinggi oleh jurnalis dalam melakukan konfirmasi. Itu tidak sembarang. Ada Undang – Undang yang mengatur mereka,” jelas Mastang.

Menurutnya, Hamzah terkesan alergi terhadap wartawan karena tidak mau melayani apa yang menjadi obyek pertanyaan. Ada semacam proteksi dan hanya mau melayani media yang dekat dengannya.

Sebelumnya, Camat Toribulu, Hamzah A. Rauf tidak mau melayani konfirmasi dari tim media terkait dugaan memasukan alat berat excavator di Desa Tomoli Selatan, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.

Saat ditanya dugaan keterlibatannya memasukan alat berta, ia hanya membalas dengan jawaban yang bertele – tele dan terkesan tidak memahami tugas dan fungsi wartawan dalam mengkonfirmasi.

“Balik bertanya, emang ada buktinya. Berarti salah alamat dugaanmu. Itu namanya menduga – duga,” balas Hamzah.

Ia bahkan mengatakan bahwa terlalu jauh wartawan menanyakan hal itu. Kalau memang betul atau tidak, Hamzah mengaku cukup menyampaikannya kepada media yang ada di daerah Parmout, sambil mencatut nama – nama media lokal yang dimaksud. Ia bahkan meminta supaya mencari informasi – informasi yang lebih aktual ketimbang menanyakan soal dugaan itu kepadanya.

“Tidak ada waktuku melayani jurnalis seperti anda. Maaf,” tulis Hamzah via chat WA.

Usai membalas chat WA, Hamzah kemudian memblokir kontak wartawan dan tidak mau lagi melayani pertanyaan dari tim media. Ketika dikirimkan sms dengan pertanyaan yang sama, ia tak membalas sms.***