“Supaya anak-anak tidak tumbuh dengan fanatisme agama yang ekstrem, karena ini yang menjadi bibit-bibit radikal teroris di masa depan. Guru-guru agama juga perlu ditatar ulang agar dapat mengajarkan kepada muridnya nilai-nilai agama yang santun dan menghargai antar-sesama umat,” tambahnya.
Untuk itu, Hamdi berharap dalam menghadapi era milenial sekarang ini pendidikan karekter harus ditanamkan dalam bentuk aktivitas-aktivitas kongkret seperti olah raga, kesenian, dan program kreatif.
“Jangan pakai pola indoktrinasi, kita harus kreatif mengemas pesan sesuai keinginan anak-anak milenial,” tuturnya.
Terakhir, kata Hamdi, lingkungan sosial, termasuk di rumah juga harus ditata. Peran keluarga, terutama orangtua harus menjadi teladan. Hamdi berharap pemerintah terus membenahi sumber daya manusia (SDM) dan program dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus ditingkatkan.
“Sekolah harus dibenahi, guru-guru jangan sibuk dengan nilai pendidikan akademis semata. Guru harus mengajar dengan hati, kurukulum dirombak, tingkat dasar pendidikan nilai dan karakter lebih dominan dibanding pendidikan skolastik,” tandasnya.
Sumber : Merdeka.com
Editor : Zoel






