“Lahan tidur harus diolah, untuk ditanami jagung, umbi-umbian, pisang, cabai, tomat, sayuran dan lain sebagainya.” Ucapnya.
“Dengan harapan dalam waktu 2-3 bulan kedepan kita sudah harus ada stok pangan yang ketika terjadi gejolak rawan pangan di daerah ini,”kata dia lagi.
Mahmud Lahay mengatakan, terkait Covid-19 ini apabila berkepanjang dikhawatirkan tidak ada lagi bantuan, baik itu bantuan sembako maupun BLT.
“Berdasarkan hal itu, DPRD dan Pemerintah daerah siap memfasilitasi mesin traktor bajak tanah dan sawah masyarakat secara gratis.” Tutupnya. [Jefry]






