Lanjut Zaenal menyebutkan, stigma berlebihan hingga memunculkan penolakan dan pengusiran itu adalah respon yang sangat ia sayangkan. Menurut dia, imbas yang akan ditimbulkan bisa jadi masysrakat yang merasa terpapar corona memilih diam karena takut mendapat sangsi sosial dari sebagian masyarakat.
“Sikap-sikap penolakan ini bahkan bila sampai ke pengusiran, sebaiknya dihindari. Tujuannya apa, agar kita berani terbuka menyatakan bahwa diri kita positif. Ini penting sekali agar semua dapat saling menjaga dan memberi edukasi,” jelas Zaenal.
“Tolong kepada masyarakat luas, kita atasi masalah Covid ini dengan penuh kepercayaan satu sama lain, menjaga jarak melindungi dari penularan tapi jangan melakukan penolakan, ini yang terpenting,” tuturnya.
Adapun tenaga medis yang bertugas itu sebagaimana dinyatakan oleh pihak manajemen Rumah Sakit Kariadi Semarang, bahwa sebanyak 57 tenaga medis positif terpapar Covid-19 tersebut beberapa diantaranya merupakan dokter dan dokter spesialis yang tengah menjalani masa pendidikan spesialis.
Tertulannya para tenaga medis itu diduga akibat pasien yang tidak jujur mengenai riwayat perjalanannya. [Editor :ZF]






