Diungkapkannya, bahwa Jembatan Maleali yang dibangun pada 1988 dengan panjang 8,4 meter dan lebar 6 meter ini mengalami kerusakan akibat gerusan pada oprit dan abutment, karena menggunakan pondasi langsung.
Sementara itu, untuk jangka panjang, BPJN Sulteng telah melaporkan kejadian tersebut ke Dirjen Bina Marga dan merencanakan pembangunan jembatan permanen tahun ini.
“Tim perencana akan segera turun ke lokasi untuk menyusun desain teknik terperinci (DED) dengan pondasi dalam,” pungkasnya.






