Gerhana Matahari di Kabupaten Tolitoli Berbentuk Sabit, Ini Penjelasan BMKG

oleh -
oleh
Gerhana matahari yang terjadi di Kabupaten Tolitoli terlihat berbentuk sabit.Kamis (26/12). [Foto: Satriani]

Terpisah, kepala BMKG Tolitoli Idris Simon mengatakan, gerhana matahari merupakan gejala alam yang biasa terjadi dan kemungkinan untuk fenomena tersebut akan kembali terulang di tahun 2031.

“Untuk di BMKG sendiri, kami belum memiliki alat berupa teropong untuk menyaksikan gerhana matahari, yang baru tersedia adanya di Geo Fisika Palu, selain kami melakukan pemantauan secara manual, kami memantau melalui live streaming,” jelas Kepala BMKG Tolitoli Idris Simon.

Ia menambahkan, kejadian alam ini mesti menjadi buah kesyukuran bagi masyarakat untuk menyaksikan langsung kebesaran Allah SWT yang luar biasa dengan hasil ciptaannya.

“Saya berharap bentuk kesyukurannya kita laksanakan sholat gerhana, yang bertujuan agar fenomena ini masih bisa terlihat 12 tahun lagi,”kata Idris.(Satriani/ZF)