HPN 2023, Presiden Jokowi Sebut 3 Tantangan Pers Indonesia, Simak Penjelasanya 

oleh -
oleh
Foto: InfoPublik

Tantangan kedua lanjutnya, meliputi keberlanjutan industri media konvensional yang menghadapi tantangan 60 persen porsi belanja iklannya digerogoti oleh media digital, terutama platform-platform asing.

Berkurangnya porsi belanja iklan artinya sumber daya keuangan media konvensional akan semakin berkurang terus sehingga menyulitkan keberadaan media konvensional dalam negeri.

“Sebagian (media konvensional) sudah mengembangkan diri ke media digital. Tetapi dominasi platform asing dalam mengambil belanja iklan ini telah menyulitkan media dalam negeri kita,” tutur dia.

Sedangkan tantangan ketiga muncul karena data telah menjadi sumber minyak baru (new oil) yang berharga sangat mahal yang dikuasai oleh segelintir penguasa data.

Dengan memanfaatkan alogaritma, kata Joko Widodo, penguasa data bukan hanya bisa memahami kebiasaan dan perilaku masyarakat, melainkan juga dapat mengendalikan preferensinya.

“ini yang kita semua harus kita hati-hati dan hal ini harus menjadi kewaspadaan kita bersama. Hati-hati dan waspada mengenai ini,” kata Presiden.

Ditengah suasana seperti ini, insan media arus utama atau media mainstream dinilai sangat dibutuhkan untuk menjadi rumah penjernih informasi.

“Penting sekali menjadi clearing hose information, menjadi rumah penjernih informasi dan menjalankan peran sebagai communication of hope yang menjadi harapan pada kita semua,” kata Joko Widodo menandaskan.***

Sumber: InfoPublik