Pada kesempatan itu Ismi Hadriati, pamong budaya ahli muda bidang perfilman, Direktorat Perfilman Musik dan Media, Ditjen Kebudayaan, hadir menyampaikan materi.
“Seni merupakan jati diri bangsa yang harus dilestarikan dan menjadi karakter setiap daerah sebagai jati diri bangsa. Semua itu bisa diimplementasikan dalam film,” ungkap Ismi Hadriati.
Disampaikan juga motivasi untuk pengembangan potensi budaya melalui film seperti film Laskar Pelangi, yang setelah booming, bisa mendongkrak PAD Pemda Bangka Belitung menjadi 400 persen.
Dari wisatawan yang ingin berkunjung melihat lokasi pembuatan film dan investor yang masuk membuat hotel dan berbagai fasilitas lainnya.
Dalam bimtek yang digagas Disdikbud Donggala diwujudkan beberapa implementasi dari materi yang disampaikan dalam bentuk pertunjukan grup atau kelompok yang menggali dari seni tradisi Donggala, seperti perpaduan antara seni teater, tari, musik tradisional, puisi, tradisi lisan dadennate yang dikemas dalam waktu singkat. Yang menarik lagi dalam bimtek tersebut dipertunjukkan di depan Direktur Pelindungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud Ristek RI, Yudi Wahjudin menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada pada pelaku budaya untuk terus berkarya dan dapat mengakses beberapa bentuk fasilitasi, termasuk program di bidang perfilman.
Kabid kebudayaan Disdikbud Kabupaten Donggala, Rosmawati menyampaikan rasa syukurnya dengan mata berkaca-kaca karena kegiatan tersebut dapat mendorong pemajuan kebudayaan khususnya di Donggala.
Selain dihadiri Direktur Pelindungan, Wakil Bupati Donggala sebagai pelaku seni, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 18, Andi Syamsu Rijal tampil pula jadi pemateri yang ekspert di bidangnya.***
(JAMRIN AB)






