Jaksa Kembali Tahan Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Kapal

oleh -
Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi, SH (tengah) memberi keterangan kepada awak media terkait kasus pengadaan kapal. Foto: Ist

PosRakyat – Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli kembali menahan satu lagi tersangka dugaan korupsi pengadaan kapal Nelayan di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Tolitoli. Jum’at 3 Desember 2021.

Tersangka (tsk) yang di tahan dan di titipkan di sel tahanan Polres Tolitoli yakni pihak rekanan inisial MJ, setelah sebelumnya tiga Tsk di tahan dengan kasus yang sama.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tolitoli, Dedy Koerniawan, SH. MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tolitoli Rustam Efendi. SH kepada media ini menjelaskan, Tsk yang di tahan merupakan pihak rekanan pengadaan kapal fiber dan kapal kayu tahun anggaran 2019.

“Iya, hari ini tim jaksa kembali menahan pihak rekanan, setelah sebelumnya tiga Tsk dilakukan penahanan,” Kata Rustam.

Penahanan keempat tsk kata Rustam Efendi, SH setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh penyidik atau tahap dua untuk segera limpahkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Palu.

“Semua berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau tahap dua untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Palu,” pungkasnya.

Rustam Efendi menyatakan penahanan pihak rekanan sama dengan tiga tsk yang di tahan sebelumnya yakni tidak memilik itikad baik untuk mengembalikan keuangan negara yang telah di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) Sulteng.

“Alasan penahan pihak rekanan sama dengan tiga tsk yang kami titip di sel tahanan Polres Tolitoli karena tidak ada itikad baik untuk mengembalikan keuangan Negara, dari hasil audit BPKP kerugian Negara sebesar Rp 1 Miliyar lebih atau total loss dari nilai anggaran pengadaan Kapal tahun anggaran 2019,” bebernya.

Proyek pengadaan Kapal tahun anggaran 2019 di Diskanlut kabupaten Tolitoli ada dua tipe yang pertama pengadaan kapal fiber sebanyak 7 unit senilai Rp 700 juta lebih dan pengadaan Kapal Kayu dua unit sebesar Rp 400juta lebih yang di peruntukan untuk kelompok nelayan yang tersebar di beberapa kecamatan. dari hasil perhitungan BPKP Sulteng kerugian negara di taksir sebesar nilai anggaran pengadaan kapal nelayan yakni 1,2 miliyar lebih.***

Penulis: RM