Lebih lanjut, Jefry menyampaikan bahwa PJS Touna ke depan akan fokus pada penguatan kapasitas jurnalis agar lebih profesional dan berintegritas.
“Pers harus menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi akurat, bukan justru menyesatkan public,” tegasnya.
Muscab PJS Touna juga dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertajuk “Meningkatkan Kapasitas Publik dan Aparatur Pemerintah dalam Menghadapi Wartawan Gadungan.” Seminar ini menghadirkan Ketua Umum DPP PJS , Mahmud Marhaba, S.Pd., M.Kom., sebagai pemateri utama
Hadir pula unsur Forkopimda serta berbagai instansi vertikal.
Tema seminar dinilai sangat relevan di tengah maraknya oknum yang mengaku jurnalis namun tidak menjalankan tugas sesuai kode etik. Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari peserta yang berharap PJS bisa menjadi filter dalam membedakan jurnalis profesional dan abal-abal.
Momentum tersebut turut dihadiri Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., dan Wakil Bupati Surya S., S.Sos., M.Si. Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan peran Jurnais serta inisiatif PJS dalam membangun ekosistem jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Touna akan medukung penug pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada 5–6 Desember 2025 di Pulau Papan, Kepulauan Togean. UKW ini merupakan hasil kolaborasi antara PJS, Pemda Touna, dan Lembaga Penguji dari UPN “Veteran” Yogyakarta.






