Jelang Pilkada Serentak, IMM Sulteng Imbau Masyarakat Hindari Isu SARA dan Hoax

oleh -
oleh
Ilustrasi

Karena itu tambahnya, penting bagi anggota KPU dan pengawas pemilu (Bawaslu) untuk menjalankan perannya secara baik dan tidak memihak. Apabila KPU dan bawaslu telah memainkan perannya dengan benar maka potensi masalah yang muncul dari tidak profesionalnya KPU akan bisa dihindari. Dengan begitu, kemungkinan munculnya konflik dapat diminimalkan.

Faktor kedua adalah para calon kepala daerah dan tim suksesnya. Para calon kepala daerah memiliki peran yang sangat sentral dalam menentukan pilkada berjalan damai atau tidak. Selama ini konflik yang muncul dari setiap pelaksanaan pilkada akibat calon kepala daerah dan tim suksesnya tidak mau menerima kekalahan.

Sangat penting bagi calon kepala daerah, termasuk tim suksesnya, untuk berlapang dada saat mengetahui pihaknya kalah. Mereka harus benar-benar mewujudkan sikap siap kalah tersebut bukan sekadar penghias bibir, tetapi diwujudkan dalam perilaku.

Sering kali kericuhan yang muncul dalam pilkada karena para calon kepala daerah yang kalah dan tim suksesnya menghasut para pemilihnya untuk memprotes hasil pilkada.

“Hal ini tidak boleh terjadi dalam pilkada serentak di Sulteng,” katanya.

“Bila dua faktor di atas telah menjalankan perannya dengan jujur dan benar, insya Allah Pilkada Damai yang kita inginkan dapat terwujud,” tutupnya. [Tio/ZF]