Ia menegaskan, kalau bicara perubahan maka harus kerja konkrit, nyata, dan tidak bisa lagi hanya bicara banyak kepada masyarakat, khususnya para petani, nelayan, dan Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Bagaimana caranya, pertama modal yang disiapkan dan benih yang berkualitas, kemudian pembinaan. Tanamnya ada, pengolahannya ada dan pembelinya ada. Ini bagian kegiatan yg dilakukan Kadin yang nyata,” katanya.
Bagi Rahmad, ada tiga 3 hal penting yang harus dilakukan untuk pengembangan komoditi. Satu modal bagi petani, dua pelaku atau pelaku punya pengetahuan, supaya produksi jagung naik. Melalui pelatihan ini, harapannya selaku ketua Kadin agar petani dan daerah sejahtera.
“Kerja kami tujuannya hanya satu mengangkat kesejahteraan petani. Tanpa kesejahteraan kita tidak bisa apa – apa,” jelas Rahmad.
Rahmad juga mengemukakan bahwa petani, nelayan, dan UMKM di wilayah Donggala yang terlibat di Kadin Smart sudah berjumlah 1200 orang. ***
Penulis: Bob






