Kamis, Ini Nasihat MUI Soal Peringatan Maulid di Masa Pandemi Covid-19

oleh -
oleh
MAULID NABI- Inilah tradisi di berbagai daerah di Indonesia melakukan kegiatan maulid nabi Muhammad SAW tahun lalu, sebelum memasuki masa Pandemi Covid-19.(FOTO:IST)

“Imbauan Dewan Pimpinan MUI kepada umat Islam Indonesia adalah hendaklah secara ketat menjaga protokol kesehatan,” kaya Najamudin.

Hal itu dinilai penting untuk menghindari terjadinya penularan virus, lebih jauh ketaatan semua pihak untuk melaksanakan aturan kesehatan juga meminimalisir lahirnya klaster penularan baru dari acara Maulid ini.

“Dengan menjaga protokol kesehatan, Sehingga pada peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awal tahun 1442 Hijriah tidak menjadi salah satu klaster transmisi Covid-19,” ungkap dia.

Tak hanya kepada jemaah dan umat Islam pada umumnya, MUI juga mengingatkan secara khusus kepada semua badan atau organisasi keagamaan untuk senantiasa menyebarluaskan pesan untuk taat pada protokol kesehatan.

“Semua masjid dan ormas-ormas Islam dan juga Majelis Taklim, hendaklah secara berdisiplin mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para jemaahnya masing-masing tatkala ada kegiatan peringatan Maulid Rasulullah Muhammad SAW di lingkungannya masing-masing,” sebut Najamudin.

Secara umum, protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan menerapkan 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Terlepas dari itu, Najamudin menyampaikan bahwa MUI memiliki versi yang berbeda terkait tatanan kebiasaan baru.

“Mengikuti Taklimat MUI adalah 5 sehat 6 sempurna: selalu pakai masker; jaga jarak sehat; sering cuci tangan pakai sabun; olahraga teratur/istirahat cukup dan jangan panik; makan makanan yang halal, baik, dan bergizi; tawakal dan mengharapkan ridha Allah SWT,” jelas dia.***