Kamis, Ini Nasihat MUI Soal Peringatan Maulid di Masa Pandemi Covid-19

oleh -
MAULID NABI- Inilah tradisi di berbagai daerah di Indonesia melakukan kegiatan maulid nabi Muhammad SAW tahun lalu, sebelum memasuki masa Pandemi Covid-19.(FOTO:IST)

POSRAKYAT.COM- Saat ini di tengah pandemi Covid-19 yang penularannya menjadi semakin mudah ketika banyak orang berkumpul di tempat yang sama.

Jika di antara orang tersebut ada yang diam-diam sudah terinfeksi, virus akan mudah menyebar dan menjangkau orang lain di sekitarnya.

Kendati demikian, MUI tidak mengeluarkan larangan terkait perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis mendatang, 29 Oktober 2020.

Di Indonesia, peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW tersebut kerap dirayakan dengan beragam cara dan kegiatan.

Masing-masing daerah biasanya memiliki kebiasaan perayaan yang berbeda dengan wilayah lainnya. Namun dari semua jenis perayaan tersebut, semuanya melibatkan perkumpulan.

Dilansir dari Kompas.Com, Wakil Sekjen MUI, Najamudin Ramli mengatakan, meski tidak mengeluarkan larangan, pihaknya mengimbau semua pihak, khususnya umat Islam, untuk tetap menaati aturan atau protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

“Imbauan Dewan Pimpinan MUI kepada umat Islam Indonesia adalah hendaklah secara ketat menjaga protokol kesehatan,” kaya Najamudin.

Hal itu dinilai penting untuk menghindari terjadinya penularan virus, lebih jauh ketaatan semua pihak untuk melaksanakan aturan kesehatan juga meminimalisir lahirnya klaster penularan baru dari acara Maulid ini.

“Dengan menjaga protokol kesehatan, Sehingga pada peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabiul Awal tahun 1442 Hijriah tidak menjadi salah satu klaster transmisi Covid-19,” ungkap dia.

Tak hanya kepada jemaah dan umat Islam pada umumnya, MUI juga mengingatkan secara khusus kepada semua badan atau organisasi keagamaan untuk senantiasa menyebarluaskan pesan untuk taat pada protokol kesehatan.

“Semua masjid dan ormas-ormas Islam dan juga Majelis Taklim, hendaklah secara berdisiplin mensosialisasikan protokol kesehatan kepada para jemaahnya masing-masing tatkala ada kegiatan peringatan Maulid Rasulullah Muhammad SAW di lingkungannya masing-masing,” sebut Najamudin.

Secara umum, protokol kesehatan yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penularan virus corona adalah dengan menerapkan 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Terlepas dari itu, Najamudin menyampaikan bahwa MUI memiliki versi yang berbeda terkait tatanan kebiasaan baru.

“Mengikuti Taklimat MUI adalah 5 sehat 6 sempurna: selalu pakai masker; jaga jarak sehat; sering cuci tangan pakai sabun; olahraga teratur/istirahat cukup dan jangan panik; makan makanan yang halal, baik, dan bergizi; tawakal dan mengharapkan ridha Allah SWT,” jelas dia.***