Materi dalam kumpulan tulisan ini mengalami beberapa perubahan kondisi lapangan tetap ditampilkan sebagai penanda suatu zaman. Dapat dipahami pada zamannya, saat tulisan ini diterbitkan di media cetak dan blog. Jumlah artikel yang ditampilkan pada edisi pertama sebanyak 25 judul, kemudian edisi kedua dikeluarkan tiga artikel dan dua di antaranya diganti dengan tema yang lain, sehingga kini total 24 judul. Dikeluarkannya tiga artikel dengan alasan konteks yang tidak lagi relevan secara kekinian dan adanya keterkaitan di antara tulisan yang sudah ada. Di antara tulisan di dalamnya yaitu; Lembah Palu=Laut Yang Kering, To Kaili di Lembah Palu, Kontroversi Abdjat kaili, Menolak Tolak Bala, To Kaili Menolak Tsunami dengan Balia, Bahasa Kaili Tanpa Sastra, Kakula Diambang Kepunahan, Menggugat HUT Kota Palu dan lainnya.
Namun demikian buku ini tidak ada batasan waktu dan tempat untuk dijadikan sumber informasi kritis bagi siapa saja dan harus dilihat pada konteks saat tulisan kali pertama diterbitkan di surat kabar. Pada tahun-tahun ini kegelisahan budaya Orang Kaili Gelisah yang relevansinya masih tetap seperti apa yang dituangkan dalam buku kecil ini. *(Zhoel)






