Kelangkaan Semen di Palu Resahkan Masyarakat

oleh -
oleh
Pekerja sedang membongkar semen Tonasa (Ilustrasi)

Seorang pengecer bahan bangunan di bilangan Jalan Touwa Palu mengatakan permintaan bahan bangunan termasuk semen selama pasca gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala dan Sigi luar biasa.

Warga yang datang membeli berbagai jenis bahan bangunan saban hari cukup ramai. Sebelum bencana alam permintaan normal.

Tapi setelah adanya bencana, permintaan meningkat drastis baik untuk kebutuhan pembangunan/perbaikan rumah warga, juga pembangunan huntara (hunian sementara) untuk korban gempa,tsunami dan likuifaksi.

“Bayangkan saja semen baru masuk dan hanya dalam tempo setengah jam sudah habis terjual,” kata seorang pengecer warga keturunan Tionghoa yang enggan disebut namanya itu.

Harga semen di Palu untuk semen merek, tonasa, tiga roda dan bosowa masing-masing dijual pengecer kepada masyarakat Rp70.000/zak. Dalam konidisi normal sebelum gempabumi 7,4 SR yang mengguncang dan memporak-porandakan Palu,Donggala dan Sigi, harga semen di tingkat pengecer Rp65.000/zak.

Sementara di Kabupaten Sigi yang berbatasan langsung dengan Kota Palu, harga semen dijual Rp75.000/zak.

Sumber; Antara