Ketua Kosgoro 1957 Tolitoli Sambut Baik Pembangunan Smelter Tembaga di KEK Palu, Diharapkan Bisa Redam Konflik di Tengah Masyarakat

oleh -
oleh
Ketua Kosgoro 1957 Tolitoli, Gunardi. Foto : Istimewa

Lanjut Gunardi, dengan adanya smelter tembaga tersebut masyarakat desa Oyom diharapkan bisa bernafas lega sebab kata dia potensi tembaga yang memiliki kualitas terbaik itu bisa dikelola dengan ketentuan setelah Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk koperasi di desa itu sudah keluar. Dan saat ini wilayah Desa Oyom sudah ditetapkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dari Kementrian ESDM RI.

“Konsep koperasi untuk mengelola tembaga di Oyom, sangat luar biasa. Itu sangat sejalan dengan visi Kosgoro 1957 yakni gerakan ekonomi berazaskan kekeluargaan, sehingga konsep koperasi ini sangat tepat diterapkan,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat Oyom yang tergabung dalam koperasi agar bisa bermitra langsung dengan smelter tembaga di KEK Palu, hal ini guna menghindari adanya cukong – cukong yang bisa memanfaatkan koperasi masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari masyarakat.

“Koperasi harus bermitra langsung dengan pabrik smelter, supaya tidak ada cukong – cukong yang bermain dengan memanfaatkan masyarakat,” tandasnya.

Selain itu kata dia, proses pembangunan smelter tembaga sudah memasuki 80 persen pekerjaan, sehingga tinggal 20 persen lagi sudah rampung dikerjakan dan akan segera dioperasikan.

“Informasinya, smelter tembaga KEK Palu ini diupayakan beroperasi di awal Maret memdatang dengan dua tungku dulu dari 10 tungku yang akan dibangun,” pungkasnya.***

(ZF)