“Personil kami di sana dalam rangka penugasan khusus (Under Cover), mereka di sana ditugaskan mengawasi keterlibatan anggota Brimob dalam kegiatan Ilegal Mining serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan ancaman keamanan bagi keberlangsungan operasi,” jalas mantan Danyon A Pelopor Satbrimobda Polda Kalbar tersebut.
Sementara mengenai insiden perampasan HP oleh Oknum Brimob di Kawasan Peti Dongi-Dongi kata Denny, merupakan salah paham biasa, dan masalah tersebut juga telah berujung damai antara pemilik handphone dan anggota Brimob yang mengamankan HP tersebut.
“Masalah dugaan perampasan HP sudah kami pertemukan korban dengan anggota kami yang diduga mengambil HP tersebut, keduanya telah berdamai dan saling memaafkan sehingga tidak ada lagi permasalah diantara keduanya,” ungkap Deny Jatmiko kepada sejumlah wartawan yang hadir di Mako Brimob Polda Sulteng.
Melalui kesempatan tersebut, AKBP Denny Jatmiko S.IK mewakili Dansat Brimob Polda Sulteng juga menyampaikan bahwa pada prinsipnya Pihaknya tidak anti kritik, tetapi dibutuhkan sinergitas yang lebih baik untuk menjaga keamanan di Sulawesi Tengah dengan semua pihak.
“Brimob tidak anti Kritik, selagi untuk kebaikan kami dalam rangka mengintropeksi diri serta pembenahan internal maka kami selalu terbuka, kami adalah rekan kerja kawan kawan pers,” ujarnya.
Sebelum mengakhiri pertemuan, AKBP Denny Jatmiko S.IK mewakili Dansat Brimob Polda Sulteng kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak mentolelir segala aktifitas anggotanya yang terlibat dalam kegiatan diluar Tupoksi dan melanggar etik. Ia berharap masyarakat juga proaktif untuk dapat memberikan informasi jika ada oknum Brimob yang diduga melakukan pelanggaran diluar kesatriaan.
“Kami tegaskan tidak ada anggota Brimob yang bermain tambang dan juga main beking bekingan, kami tidak pernah menerbitkan Sprint khusus kecuali untuk kegiatan khusus intelejen ” tegasnya.***






