Ia meminta, KONI Tolitoli memberikan kesempatan bagi pengurus olahraga disetiap desa dan kecamatan untuk melaksanakan iven agar supaya bibit atlit bisa nampak terlihat.
“Bibit-bibit atlit bisa diperoleh dari setiap Porcam dan Pordes, dengan ketekunan atlit dan pelatih prestasi pasti bisa diraih,” tekan Waktum KONI Tolitoli itu.
Disebutnya, jika sekarang KONI Tolitoli masuk di urutan ke enam dari 12 Kabupaten satu kota, paling tidak di Porprov Morowali nanti bisa masuk di peringkat ke dua di Sulteng. Budaya yang sebaiknya dijadikan pegangan, bagaimana pelatih itu ketika atlitnya dapat emas pelatinya dapat bonus.
“Kita berharap antara pelatih tidak saling irih karena kalau saling irih akan berpengaruh terhadap atlit,” tandas Moh Saleh Bantilan.
Ketua Umum KONI Kabupaten Tolitoli Hi. Amran Hi Yahya menyampaikan bahwa kabupaten Tolitoli memiliki banyak bibit dan Atlit atlit yang baik untuk bisa ikut meraih prestasi di berbagai Cabor.
“Dengan keterbatasan Anggaran tapi, kita harus bisa terus meriah prestasi dan bagaimana pengurus dan ketua cabor melakukan pembinanan dalam membangkitkan semangat patriotik anak anak kita untuk terus meraih prestasi,” ucap Amran Hi Yahya yang didampingi Sekertaris KONI Kabupaten Tolitoli Mansyur Pondang.
Ketua Umum KONI Kabupaten Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya, berharap melalui Raker KONI agar menghadapi Porprov tahun 2026 bisa meriah Prestasi yang membanggakan bagi putra putri terbaik Tolitoli.
“Insyallah Untuk tahun 2026 mendatang KONI Tolitoli tidak akan mengunakan pemain dari luar Tolitoli, Kami ingin memanfaatkan talenta talenta anak muda Tolitoli agar bisa berprestasi dan membawa nama kabupaten di ajang yang lebih besar,” tutupnya.
(RM)






