Kualitas Buruk Proyek Taman Likuifaksi Sigi, Sejumlah Kerusakan Serius Dibiarkan Tanpa Penanganan 

oleh -
oleh
Taman Likuifaksi kabupaten Sigi, Sulteng. Foto: ZF

Ia menambahkan, kerusakan ini bukan hanya persoalan teknis, tapi juga menggambarkan lemahnya pengawasan dan kurangnya komitmen terhadap pengelolaan ruang publik secara berkelanjutan.

Proyek pembangunan Taman Relief Likuifaksi dikerjakan oleh dua perusahaan kontraktor. Pada Tahun Anggaran 2022, CV. RR menjadi pelaksana proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp3,8 miliar. Proyek ini kemudian dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2024 oleh CV. IKA dengan nilai kontrak Rp4,2 miliar.

Namun, sejak awal, kedua tahap pengerjaan proyek ini telah menuai polemik. Progres penyelesaiannya dinilai lambat dan kualitas pekerjaan dianggap sangat buruk serta tidak sesuai dengan ketentuan mutu yang dipersyaratkan dalam aturan teknis jasa konstruksi, khususnya untuk gedung dan bangunan di kawasan rawan bencana.

Rifai menegaskan bahwa perlu ada audit teknis independen dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek ini, termasuk penyelidikan terhadap kemungkinan pelanggaran kontrak oleh pihak pelaksana.

Ia juga mendesak agar pemerintah daerah tidak hanya diam, tetapi mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi taman dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Sigi maupun pihak kontraktor. Padahal, permintaan konfirmasi telah dikirimkan dan terbaca dengan centang dua di aplikasi pesan singkat.

(Tim)