Penelusuran di bangunan Souraja berarsitektur tradisional gaya arsitektur Kaili, Bugis dan Kalimantan juga dikunjungi. Bangunan itu dikenal rumah Tua Donggala peninggalan keluarga Arab Donggala yang dibangun abad ke 19. Tak jauh dari Souraja terdapat beberapa bangunan berbahan beton milik orang Arab yang sejak lama ditinggalkan penghuninya.
“Di antara banyak bangunan tua di kompleks bekas permukiman orang Arab di Donggala, terdapat satu bangunan yang sangat klasik. Modelnya sangat menarik merupakan gabungan beberapa gaya arsitektur yang saat ini tidak banyak yang diikuti,” kata Rahmat Saleh.
Karena itu, kata Rahmat Saleh di objek bangunan tua itu perlu dilakukan pengkajian khusus dengan mempelajari secara rinci untuk mengenal lebih baik lagi. Sebab kata Rahmat lain dari bentuk yang menarik di antara bangunan yang ada, modelnya pun terbilang langka dan memiliki nilai-nilai simbol dan filosofi, menarik dikaji kembali.
Setelah penelusuran di bekas pusat pergudangan Coprafond atau Yayasan Kopra milik pemerintah Belanda yang dikenal bangunan silenderis di Tanjung Batu kunjungan mahasiswa berakhir di bekas rumah Kepala KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij).***
(JAMRIN AB)






