” Meski demikian kami tetap mengikuti kajian – kajian melalui kegiatan majelis ta’lim,” cetusnya.
Sedangkan untuk memenuhi kehidupan keluarga sehari-hari, FA saat ini jualan sembako serta membuka usaha pembuatan tahu tempe di Kota Palu.
Kepada Kompol Sapruddin, FA berharap kiranya komunikasi serta jalinan silaturrahim dapat terus dibangun termasuk dengan para mantan kombatan lainnya, sehingga untuk kembali kepada pemahaman yang keliru itu akan jauh dan bahkan di lupakan.
‘ Silaturrahim seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar para kombatan Poso tidak kembali atau terpengaruh lagi dengan paham-paham radikalisme, ” ujarnya.
Penulis : Thio Jumari/Gerbek






